Sabtu, 28 Maret 2009

Menjadi Pejuang Islam

Menjadi pejuang Islam? Hiii takuuut! Lho, kenapa musti takut? Hmm.. rupanya ada bisik-bisik tetangga nih. Maklum, di jaman sekarang ini, jadi aktivis itu katanya bikin hidup kagak lebih hidup. Abisnya, masyarakat suka mencontohkan hal-hal serem berkaitan dengan hal itu. Celakanya, itu menurut penilaiannya yang emang nggak objektif. Misalnya, ada yang bilang kalo jadi aktivis itu risikonya berat. Lihat aja orang-orang yang melakukan demonstrasi, mereka dikejar, ditangkapi, dijebloskan ke bui, bahkan nggak sedikit yang kemudian dikasih "kopi pahit", alias dipateni. Wah syerem juga ya? Tapi anehnya meskipun udah tahu risikonya, kok masih banyak yang mau melakukannya?Sobat muda muslim, hidup ini adalah perjuangan. Dan yang namanya perjuangan, selalu punya risiko. Itu sudah pasti. Uniknya, rata-rata risikonya udah ketahuan, alias bisa kita perhitungkan. Ya, ibarat tukang dagang, sebetulnya doi udah tahu ada risikonya, yakni rugi. Kerugian tersebut bisa aja berasal dari barang dagangannya yang emang nggak laku dijual, alias masyarakat nggak minat beli barang dagangannya. Bisa juga faktor lain, misalnya, ada penertiban dari aparat tibum. Baru aja nongkrong, eh barangnya udah diangkut truk aparat tibum karena berjualan di jalur terlarang. Itu risiko. Tapi apakah itu kemudian membuat mereka males jualan? Rasanya, kalo kamu lihat dengan bijak, mereka tetap punya semangat untuk berdagang. Alasan mereka, inilah perjuangan hidup.Setiap orang, siapapun ia dan apapun jenis pekerjaannya selalu punya risiko. Pak sopir yang sehari-hari hidup di jalanan, risikonya udah ketahuan kan? Bisa aja terjadi kecelakaan atau sebangsanya. Jadi tentara? Juga udah jelas risikonya. Dikirim ke daerah konflik seperti di Ambon atau NAD (Nangroe Aceh Darussalam), pilihannya cuma dua, selamat atau mati di medan tempur. Termasuk mereka yang bekerja di belakang meja sekalipun, ada risikonya. Hidup memang penuh risiko. Jadi kenapa musti takut?Sobat muda muslim, kita memaparkan contoh-contoh tadi dengan harapan kamu juga bisa bersikap lebih dewasa dan bijak. Sekali lagi, hidup ini penuh risiko. Tinggal bagaimana kita bisa menjadikan hidup ini enjoy untuk dinikmati. Sobat, yang terpenting dari semua itu, kita kudu punya tujuan dalam hidup ini. Tanpa tujuan, rasanya hidup ini garing bin bete banget. Tom Bodett punya pepatah begini: "Mereka berkata bahwa setiap orang membutuhkan tiga hal yang akan membuat mereka berbahagia di dunia ini, yaitu; seseorang untuk dicintai, sesuatu untuk dilakukan, dan sesuatu untuk diharapkan."Rasanya nggak salah-salah amat Tom Bodett menuliskan kata-kata mutiaranya begitu. Sebab, kita di dunia membutuhkan kejelasan arah. Apalagi kita sebagai seorang muslim, harus sudah tahu apa yang kudu dilakukan, yakni berjuang untuk Islam, dan sudah ngeh dengan apa yang diharapkan, yakni terwujudnya kembali kehidupan Islam di dunia ini.Sobat pembaca, inilah cita-cita tertinggi kita sebagai pemuda pejuang Islam. Berjuang, berjuang, dan berjuang untuk Islam. Bukan untuk yang lain. Kita harusnya malu dengan saudara kita di Palestina, mereka punya semangat yang pantang menyerah dan tahu betul makna hidup. Mereka bilang, berperang melawan tentara Yahudi, atau diam di rumah, kematian pasti akan datang menjemput. Yup, persoalan yang terpenting adalah bagaimana cara mati kita? Apakah sedang dalam berjuang untuk Islam, atau malah sedang maksiat? Itu yang kudu jadi perhatian kita..Menanamkan keberanianSetelah punya tujuan dan cita-cita dalam hidup ini, satu hal yang wajib dimiliki oleh kaum muslimin, khususnya pemuda, adalah keberanian untuk menjadi pejuang dan pembela Islam. Tanpa keberanian, rasanya semangat itu hanya berkecamuk saja dalam dada. Nggak terwujud dalam perilaku keseharian.Kamu pernah menyaksikan aksi heroik Letnan Chris Burnett yang diperankan Owen Wilson dalam film perang berjudul Behind Enemy Lines? Di situ, kita bisa ambil semacam hikmah. Bahwa keberanian dan kecerdasan sangat diperlukan dalam kondisi kritis seperti itu. Chris Burnett, sebagai pilot jempolan yang lihai menerbangkan jet tempur F/A-18 Superhornet harus menerima kenyataan pahit ketika pesawatnya dihantam rudal musuh saat akan melakukan investigasi tentang kekejaman Serbia di Bosnia. Beruntung Owen Wilson, eh, Chris Burnett bisa menyelamatkan diri dengan kursi pelontar. Tapi celakanya, doi terperangkap di belakang garis musuh. Inilah cerita yang amat mendebarkan tentang sisi lain dari perang Bosnia. Apa yang dilakukan Burnett? Sembari menunggu datang pertolongan, ia berusaha untuk melepaskan diri dari kejaran tentara Serbia yang kejam. Rasanya, tanpa keberanian, meskipun ini hanya sekadar dalam film, Burnett sudah nyerah duluan, apalagi temannya ditembak mati di depan mata kepalanya sendiri. Tapi keberanian ternyata tetap bersemayam dalam dadanya.Nah, kita, sebagai seorang muslim jangan pernah merasa takut, kecuali hanya kepada Allah. Kita jangan kalah semangat dengan salah seorang prajurit perang salib yang berkata lantang kepada ibunya ketika ia hendak menghancurkan Islam. "Ibu?tenangkan hatimu, berbahagialah, anakmu pergi ke Tripoli siap mengalirkan darah demi melumatkan bangsa yang terkutuk. Dengan segala kekuatan yang aku miliki akan aku lenyapkan Islam. Akan aku bakar al-Quran" (al-Qoumiyyah wal Ghozwul Fikriy, hlm. 208)Bayangkan, prajurit Perang Salib saja yang jelas-jelas di jalur yang salah punya keberanian seperti itu. Kita, pemuda Islam harus bisa lebih dari keberanian orang-orang kafir. Sebab kita di jalur yang benar dalam pandangan Allah Swt.Sobat muda muslim, para sahabat yang mulia adalah sosok yang layak untuk dijadikan teladan bagi kita dalam mencontoh keberaniannya.Ada satu peristiwa yang sangat menarik untuk direnungkan para pemuda jaman kiwari. Peristiwa ini selengkapnya diceritakan oleh Abdurrahman bin 'Auf: "Selagi aku berdiri di dalam barisan pada Perang Badar, aku melihat ke kanan dan kiriku, saat itu tampaklah olehku dua orang Anshar yang masih muda belia. Aku berharap semoga aku lebih kuat dari padanya. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka menekanku seraya berkata: 'Hai Paman, apakah engkau mengenal Abu Jahal?' Aku jawab: 'Ya, apakah keperluanmu padanya, hai anak saudaraku?' Dia menjawab: 'Ada seorang yang memberitahuku bahwa Abu Jahal ini sering mencela Rasulullah saw. Demi (Allah) yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika aku menjumpainya tentulah tak akan kulepaskan dia sampai siapa yang terlebih dulu mati, antara aku atau dia!' Berkata Abdurrahman bin 'Auf: 'Aku merasa heran ketika mendengar ucapan anak muda itu'. Kemudian anak yang satunya pun menekanku dan berkata seperti temannya tadi. Tidak lama berselang, aku pun melihat Abu Jahal sedang mondar-mandir di dalam barisannya, segera aku katakan (kepada kedua anak muda itu): 'Itulah orang yang sedang kalian cari!' Keduanya langsung menyerang Abu Jahal, menikamnya dengan pedang sampai tewas. Setelah itu mereka menghampiri Rasulullah saw. (dengan rasa bangga) untuk melaporkan kejadian itu. Rasulullah saw. berkata: 'Siapa di antara kalian yang menewaskannya?' Masing-masing menjawab: 'Sayalah yang membunuhnya'. Lalu Rasulullah bertanya lagi: 'Apakah kalian sudah membersihkan mata pedang kalian?' 'Belum' jawab mereka serentak. Rasulullah pun kemudian melihat pedang mereka, seraya bersabda: 'Kamu berdua telah membunuhnya. Akan tetapi segala pakaian dan senjata yang dipakai Abu Jahal (boleh) dimiliki Muadz bin al-Jamuh." (Berkata perawi hadis ini): Kedua pemuda itu adalah Mu'adz bin "Afra" dan Muadz bin Amru bin al-Jamuh (Musnad Imam Ahmad I/193. Shahih Bukhari hadis nomor 3141 dan Shahih Muslim hadis nomor 1752)Sobat muda muslim, pemuda seperti inilah yang bakal menjadi pembela dan pejuang Islam yang tangguh. Selain semangat, tentunya wajib memiliki keberanian.Rela berkorbanYup, perjuangan, selain butuh keberanian, juga kudu rela berkorban. Apapun jenis pengorbanan yang kudu kita berikan untuk tegaknya Islam di muka bumi ini. Bisa berupa waktu kita, harta kita, tenaga kita, bahkan nyawa kita. Semuanya harus rela kita korbankan. Sebab, kita yakin hal itu bukanlah kesia-siaan. Firman Allah Swt.:"Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama beliau, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan merekalah orang-orang yang memperoleh berbagai kebaikan dan merekalah orang-orang yang beruntung." (TQS at-Taubah [9]: 88)Sobat muda muslim, benar bahwa kita harus menjadi pemuda pejuang Islam. Untuk itu kita harus punya keberanian dan rela berkorban. Supaya perjuangan ini lebih punya makna. Rasanya memang janggal ya, kalo kita berjuang, terus pengen berhasil, tapi sedikitpun nggak berani dan nggak rela untuk berkorban. Itu mah sama aja dengan boong, ya nggak? Aneh banget kan, kalo ada orang yang ingin menang dan sukses, tapi dirinya nggak berani menghadapi rintangan dan ogah berkorban. Rasanya emang nggak ada dalam kehidupan nyata. Jadi, jangan ngimpi!Nah, apalagi dalam urusan hidup dan mati untuk tegaknya Islam ini, jelas diperlukan keberanian dan sikap rela berkorban yang tinggi. Masak kita kalah sama mereka yang cuma berjuang untuk yang sebetulnya nggak perlu bagi sebuah kemajuan bangsa. Kita, insya Allah akan menjadi pembela dan pejuang Islam, yang akan menentukan masa depan Islam. Rasanya, pantas bila memiliki sikap rela berkorban yang tinggi. Untuk mengalahkan segala hambatan. Firman Allah Swt.:"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS. Fushilat [41]: 30)Berilmu, bertakwa, dan optimisImam asy-Syafii mengatakan bahwa: "Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan)." Sabda Rasulullah saw: "Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar." (HR. Bukhari).Sobat muda muslim, untuk menjadi pemuda pejuang Islam, kamu kudu menyiapkan mental dan juga ilmu. Keberanian dan rela berkorban kudu ditunjang dengan ilmu dan ketakwaan. Dan terakhir, rasa optimis perlu juga dimiliki. David J. Schwartz, menyebutkan bahwa ujian bagi seseorang yang sukses bukanlah pada kemampuannya untuk mencegah munculnya masalah, tetapi pada waktu menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan saat masalah itu terjadi. Jadi optimis. Bener juga ya?Oke deh, mulai sekarang kita kaji Islam. Pahami dan amalkan dalam kehidupan kita. Jadi, jangan malas ngaji lagi ya?

Monkey D Luffy


Monkey D. Luffy (モンキー・D・ルフィ, Monkī Dī Rufi?) adalah nama seorang bajak laut fiksi dari serial anime dan manga One Piece.

Tentang Luffy
Perhatian: Bagian di bawah ini mungkin akan membeberkan isi cerita yang penting atau akhir kisahnya.
Dia adalah kapten dari
Kelompok Bajak Laut Topi Jerami, dan berasal dari Desa Fusha. Sebelumnya, kepala Luffy dihargai 30 juta berry setelah mengalahkan Arlong dan menjadi harga tertinggi di wilayah East Blue (nilai nominal untuk kriminal di East Blue adalah 10 juta berry). Kemudian dia meraih harga 100 juta berry untuk kepalanya setelah mengalahkan Crocodile, salah satu dari Sichibukai, dan naik menjadi 300 juta berry setelah peristiwa di Enies Lobby
Penampilan
Luffy mempunyai ciri khas tersendiri yaitu topi jerami (ini sebabnya dia dijuluki topi jerami) yang dia dapat saat masih kecil, dari bajak laut terkenal Shanks si rambut merah, celana pendek warna biru, sandal dan kemeja tanpa lengan berwarna merah,dan dia berambut hitam. Dia juga punya bekas luka di bawah mata kirinya yang ia buat sendiri untuk membuktikan bahwa ia sudah dewasa dan berani.
Luffy selalu menggunakan baju yang sama setiap saat, berbeda dengan
Nami, Nico Robin, Sanji, bahkan Roronoa Zoro. Dia akan menggunakan baju yang berbeda untuk menyesuaikan diri dengan iklim dan cuaca (misalnya cuaca dingin di Drum Kingdom dan panas gurun di Alabasta), tapi akan kembali menggunakan baju asalnya setelah petualangannya berakhir. Fashion Luffy yang lain misalnya saat petualangan di Skypiea, Luffy membuka kancing bajunya dan mengenakan gelang. Saat pertarungan Davy Back Fight dengan kelompok Bajak Laut Foxy, Luffy mengenakan rambut Afro, sarung tinju, dan celana merah. Saat peristiwa di Enies Lobby, luffy mengenakan baju merah dan celana coklat.

Buah Gomu Gomu
Ketika Luffy masih muda, dia secara tidak sengaja memakan
Buah Iblis (di versi anime, dia memakannya asal-asalan dengan marah karena merajuk pada Shanks) yaitu Buah Gomu Gomu yang ia anggap adalah makanan penutup. Buah Gomu Gomu (Gomu berarti karet) adalah salah satu dari buah iblis yang menyebabkan tubuh pengguna menjadi melar layaknya karet dan bisa memanjangkan anggota tubuhnya. Selain itu, pengguna bisa kebal terhadap serangan fisik, bahkan peluru sekalipun dan menghantarkan listrik. Kelemahannya adalah benda tajam dan mungkin juga api.
Luffy menggunakan kekuatan Buah ini sebagai ciri bertarungnya yang khas, yaitu memanjangkan lengan untuk meninju atau memanjangkan kaki untuk menendang dan bisa menggembungkan tubuh untuk pertahanan diri. Luffy mempelajari struktur tubuhnya sangat dalam, sehingga mendapat banyak variasi dari jurus "melar"nya. Terakhir, Luffy mempelajari keuntungan sebuah tubuh karet, dapat untuk memompa aliran darah dan mempercepat sistem transportasi energi, sehingga dia mendapat energi lebih banyak dari tubuhnya, dan tubuhnya juga mengeluarkan uap. Gerakan ini dia namakan sebagai Gear Second. Kelebihan dari Gear Second adalah kecepatan dan kekuatan Luffy menjadi berkali-kali lipat dari sebelumnya, tetapi hanya untuk waktu yang singkat. Dengan kecepatan yang melebihi angin dan stimulan tenaga yang berlipat ganda, bahkan ara petarung super CP9 pun kewlahan menghadapi dirinya.
Gear Third merupakan suatu teknik dengan memompakan udara ke dalam tulang karetnya sehingga akan membuat sebagian tubuhnya menjadi besar. Jurus ini berbeda dengan gomu-gomu no fusen yang hanya dapat menyimpan udara di dalam perutnya, udara yang disimpan dengan jurus ini dapat ditransferkan ke tangan dan kaki sehingga membuatnya bisa mengeluarkan jurus gomu-gomu gigan pistol & giant axe. Kelebihan dari Gear Third adalah kekuatan menjadi berkali-kali lipat melebihi kekuatan pada saat Gear Second, tetapi kecepatannya menurun drastis. Selain itu, tubuh Luffy akan menyusut menjadi kecil setelah Gear Third selesai digunakan.
Jurus-jurus Luffy
Gomu Gomu No Pistol : Luffy Meninju sambil melenturkan 1 tangannya.
Gomu Gomu No Rocket : Luffy mengambil ancang-ancang seperti sebuah ketapel dan menerbangkan dirinya sendiri dengan kecepatan tinggi.
Gomu Gomu No Muchi (cambuk) : Luffy memanjangkan kakinya dan menendang dari samping.
Gomu Gomu No Screw : Luffy memutar (mengulung-gulung) 2 tangannya dan memegang musuhnya lalu memutar balik tangannya sehingga terjadi putaran yang cepat.
Gomu Gomu No Gatling : Seperti Pistol, tapi kali ini dia menggunakan kedua tangannya untuk meninju musuh secara berulang kali dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Gomu Gomu No Fusen (balon) : Luffy menghirup udara sebanyak banyaknya melalui mulut, sehingga membuat tubuhnya mengembung seperti balon.
Gomu Gomu No Bullet : Seperti Pistol, tapi sebelumnya dia telah melenturkan tangannya ke belakang sehingga dampaknya lebih besar.
Gomu Gomu No Bazooka : Seperti Bullet, Tapi dia menggunakan 2 tangan dan telapak tangannya terbuka.
Gomu Gomu No Stamp : Seperti Pistol, Tapi kali ini dia melenturkan 1 kakinya untuk menendang.
Gomu Gomu No Yari (tombak) : Luffy saling menempelkan kedua telapak kakinya untuk melakukan Gomu Gomu No Stamp.
Gomu Gomu No Kane (lonceng) : Luffy memanjangkan kepalanya ke belakang dan membenturkan kepalanya.
Gomu Gomu No Axe : Luffy melenturkan kakinya setinggi mungkin keatas, kemudian membiarkan kakinya kembali dan menghantam musuh yang berada dibawahnya.
Gomu Gomu No Kazaguruma (baling-baling) : Luffy memutar (menggulung-gulung) badannya, memegang musuhnya lalu memutar balik badannya sehingga musuhnya berputar-putar dan terlempar sekaligus menghancurkan sekelilingnya. Digunakan saat menerbangkan Moo. Monster laut kelompok Arlong.
Gomu Gomu No Tate (perisai) : Luffy menarik jarinya untuk menangkap musuh. Digunakan ketika melawan Arlong.
Gomu Gomu No Ami (jaring) : Luffy membentuk jari-jarinya seperti jaring. Digunakan untuk menangkap Arlong ketika melawan Arlong.
Gomu Gomu No Baku Baku : Luffy membuat mulutnya menjadi besar dan memakan lawannya. Digunakan ketika melawan Mr. 0 / Crocodile.(dinamakan baku baku karena mirip dengan wapol yang bisa membesarkan mulutnya. wapol telah memakan buah baku baku)
Gomu Gomu No Shotgun : Luffy malakukan Gomu Gomu No Pistol kemudian membentuk gelombang dari ujung tangannya.
Gomu Gomu No Storm : Luffy melakukan Gomu Gomu No Fusen kemudian memutar tubuhnya dan terbang ke udara dengan menghembuskan nafas kemudian melakukan Gomu Gomu No Gatling ke atas sambil berputar-putar. Digunakan ketika mengalahkan Mr. 0 / Crocodile.
Gomu Gomu No Hanabi (kembang api) : Luffy membelit tubuhnya dengan tangan dan kakinya sendiri kemudian melepaskannya untuk menyerang.
Gomu Gomu No Rifle : Sama seperti Pistol, tapi kali ini dia memutar tangannya sehingga tinjunya menjadi lebih bertenaga.
Gomu Gomu No Tako Hanabi (kembang api gurita) : Luffy melakukan Gomu Gomu No Hanabi dan memantulkannya ke dinding (membabi buta).
Gomu Gomu No Hanabi Ougon Botan (kembang api bunga peoni emas) : Luffy melakukan Gomu Gomu No Hanabi dengan lilin emas (milik Enel) yang mengeras di tangan kanannya. Digunakan saat melawan Enel untuk memecahkan Raigo milik Enel.
Gomu Gomu No Bo / Baka (bodoh) : Luffy mengosongkan pikirannya agar gerakannya tidak dibaca lawan.Digunakan olehnya untuk melawan Mantra milik Enel.
Gomu Gomu No Ougon Rifle (rifle emas) : Luffy melakukan Gomu Gomu No Rifle dengan lilin emas (milik Enel) yang mengeras di tangan kanannya. Digunakan saat mengalahkan Enel.
Gomu Gomu No Mikata Robo : Luffy Menjerat tangan dan kaki musuhnya dan mengendalikan gerakannya.
Semua jurus di atas namanya akan ditambahkan kata "Jet" didepannya jika Luffy menggunakan Gear Second. Sedangkan, Jika Luffy menggunakan Gear Third semua jurus di atas namanya akan ditambahkan kata "Gigant" didepannya.
Jurus-jurus yang hanya ada dalam Gear
Gomu Gomu No Twin Jet Pistol : Luffy menggunakan Gear Second dan melakukan Gomu Gomu No Pistol dengan 2 tangan.
Gomu Gomu No Jet Shell : Luffy menggabungkan Gear Second dan Gear Third membesarkan badannya lalu membenturkan dirinya pada musuhnya. Digunakan ketika melawan Gecko Moria.

Kepribadian
Luffy adalah orang yang easy going dan sejak awal terlihat sama sekali tidak pintar.Sebagai seorang bajak laut Luffy bisa dikatakan sangat awam karena tidak mengetahui apapun tentang kompas dan ilmu kelautan. Selain itu dia tidak bisa berenang karena memakan Buah Gomu Gomu.
Kapten dari kelompok bajak laut topi jerami ini punya sikap yang bodoh dan konyol terhadap para anak buahnya, walaupun dia menganggap anak buahnya sebagai "seorang teman" daripada sebagai bawahan. Para anak buahnya seperti Sanji, Nami, dan Usopp kadangkala memukulinya karena kebodohan yang ia buat. Tetapi mereka sangat menghormatinya karena keteguhan hatinya sebagai seorang Kapten. Contohnya
Roronoa Zoro, dia adalah teman terbaik Luffy dan yang paling mengerti Luffy (ketika peristiwa Usopp dan Aokiji) serta Robin adalah orang yang sama sekali tidak pernah mengejeknya ataupun memukulnya dan paling menghormatinya.
Luffy juga menjadi orang sumber masalah dan juga pencerah suasana di kapal. Kadang para kru direpotkan oleh ulahnya, karena ia suka bertindak seenaknya.
Luffy merasa harus memikul tanggung jawab seluruh anggota kelompok, tentunya sebagai kapten. Dia akan marah jika ada seseorang yang sampai menyakiti temannya. Misalnya dia bersumpah menghajar Crocodile karena sudah membuat Vivi menangis (walau secara tidak langsung). Setelah mengalami pertempuran dengan Aokiji, Luffy mulai merasa pentingnya melindungi sahabatnya, terlebih setelah
Usopp meninggalkan kru. Ketika Robin diculik oleh CP9, Luffy dan yang lain berusaha untuk menyelamatkannya. Walaupun menjadikan World Government sebagai musuh mereka. Luffy sendiri mulai serius untuk melindungi sahabatnya, tergambar dalam jurus baru Luffy yang khusus untuk menghadapi musuhnya yang menculik Robin, Gear.
Luffy sama sekali tidak pernah membunuh musuhnya, karena bagi Luffy kehilangan harga diri karena dikalahkan akan lebih menyakitkan daripada merenggut nyawa.

[sunting] Keluarga
Keluarga Luffy di penuhi misteri. Yang pertama diketahui dia adalah adik dari
Portgas D. Ace, komandan divisi 2 dari kelompok bajak laut shirohige. Kemudian di Water 7, dia bertemu kakeknya yang selama ini merawatnya, Monkey D. Garp. Dan anehnya, Garp sendiri adalah seorang laksamana madya legendaris dari angkatan laut. Disini juga diceritakan tentang kebenaran ayah Luffy. Sang Kriminal terburuk di dunia, revolusioner Dragon adalah ayah Luffy dengan nama lengkap Monkey D. Dragon. Tapi yang jelas, Luffy adalah salah satu penyandang nama D. di kisah ini, juga seluruh keluarganya.

Sejarah
Ketika
Garp pergi, Luffy kecil diasuh oleh Mayor Woop Slap dan Makino
Luffy dan Shanks
Ketika Luffy masih kecil, dia bertemu kelompok bajak laut yang singgah di desanya. Kelompok bajak laut tersebut dipimpin oleh
Shanks dan Luffy ingin sekali bergabung dengannya. Luffy menusuk bagian bawah matanya dengan pisau sebagai tanda bahwa ia mempunyai keberanian, tetapi Shanks tetap menolaknya. Setelah Luffy bertemu dengan Higuma, Luffy diculik oleh kawanan perompak gunung dan Luffy dibawanya ke laut. Shanks menolongnya walaupun harus kehilangan sebelah tangannya. Ternyata alasan Shanks menolak Luffy adalah karena dahsyatnya lautan. Kemudian Luffy berjanji akan melebihi Shanks dan menjadi raja bajak laut lalu Shanks memberikan topi jeraminya dan berkata:
" Kuberikan topi berhargaku ini padamu, kelak kau harus mengembalikannya padaku"

Jumat, 27 Maret 2009

Story 2

Red Feathers the Hen
Red Feathers, The Hen, Was So-Called Because All Her Feathers Were Red. One Day, the Fox Caught Sight of Her In The Farmyard And His Mouth Began To Water.
He Ran Home And Told His Wife To Put On Water For Bolding A Chicken, And Then He Rushed Back, And Before Red Feathers Knew What Was Happening, She Found Herself Snapped Up And Inside A Sack, Not Even Able To Call For Help.
Luckily For Her, Her Friend The Dove Saw What Had Happened. She Fluttered On The Path In The Woods, And Lay There, Pretending To Have A Broken Wing. The Fox Was Delighted To Find That He Now Had A First Course As Well As A Main Dish. He Put Down The Sack With The Hen In It, And Chased Off After The Dove, Who Began Cleverly To Hop Further And Further Away.
Red Feathers Slipped Out Of The Sack And Put A Stone In Her Place, Then She Too Ran Off. When The Dove Saw That Her Friends Was Safe, She Flew Up Into A Tree. The Fox Then Went Back And Picked Up The Sack, Thinking That The Hen Was Still In It. When He Got Home, The Fox Tipped The Sack Into The Pot Of Boiling Water, But The Stone Splashed It All Over Him, And He Burned His Greedy Paws

Band ST12


ST 12 adalah grup band Indonesia yang didirikan di Bandung, Jawa Barat tahun 2005. Grup ini didirikan oleh Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (Gitar), Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokalis), dan Iman Rush (gitaris). Nama ST 12 sendiri merupakan kependekan dari Jl. Stasiun Timur No. 12 yang merupakan markas berkumpulnya band ini. Sampai saat ini ST 12 telah menelurkan 2 album musik.
Secara resmi ST12 berdiri pada tanggal 20 Januari 2005, meski anggotanya telah lama berkecimpung di dunia musik. Sebelumnya, keempat personel ini tak saling kenal. Mereka sering bertemu di studio rental di Jalan Stasiun Timur 12, Bandung, milik Pepep. Nama ST12 yang merupakan kependekan dari Jl. Stasiun Timur No. 12 adalah nama pemberian ayah Pepep, Helmi Aziz. Mereka juga berkompromi dengan mengambil aliran Melayu, walau Charly menggemari jazz, Pepep suka jazz dan rock, sementara Pepeng tumbuh bersama musik rock. Sulitnya mendapat label rekaman yang mau menerima mereka, ST 12 akhirnya menempuh jalur indie (independent). Album perdana, Jalan Terbaik pun dirilis. Sayang, saat tur promosi album tersebut di Semarang, Iman Rush meninggal akibat pecah pembuluh darah di otak pada bulan Oktober 2005.
Kesuksesan album perdana ST12 membuat mereka dilirik
Trinity Optima Production. ST12 pun merilis album kedua P.U.S.P.A (2008) yang didedikasikan untuk Iman.

The Owl and the Nightingale

There Was Once Nightingale In A Cage By A Window That Was His Habit To Sing Only At Night. And Owl Was Puzzled By This And Went To Ask The Nightingale What The Reasons Was. "When I Was Captured, "Explained The Nightingale, "It Was Day And I Was Singing. In This Way I Learnt To Be More Carefully And To Sing Only At Night."
"Are You Afraid You Might Be Captured A Second Time?" Asked The Owl. "Oh, It Would Have Been Better If You Had Been More Careful The First Time When Your Freedom Was At Risk. Now It Doesn’t Really Matter Any More, Right?"

Penemu pesawat balon udara


Ferdinand Adolf Heinrich August Graf von Zeppelin (* 8. Juli 1838 di Konstanz; † 8. März 1917 di Berlin), ia dikenal pula sebagai "Si Tua dari Bodensee" (der Alte vom Bodensee), adalah seorang jenderal Angkatan Darat Jerman dan pembuat pesawat balon udara (Zeppelin). Ia yakin , bahwa pesawat udara dapat digunakan dalam peperangan. Kemudia ia merancang suatu jenis pesawat udara baru. Pesawat itu mempunyai kerangka dari alumunium dan dibungkus dengan kain.
Pada tahun
1900 ia melakukan penerbangan percobaan untuk pesawatnya yang pertama, LZ 1. Penerbangan percobaan ini berlangsung dengan sukses. Pada [Perang Dunia] 1 (1914-1918) pesawat LZ 1 atau sering disebut juga dengan Zeppelin digunakan untuk membom Inggris. Setelah perang berakhir Zeppelin untuk sementara digunakan sebagai pesawat penumpang yang melayani penerbangan menyeberangi Lautan Atlantik. Pesawat Zeppelin yang paling terkenal adalah Graf Zeppelin. Graf Zeppelin pernah melakukan perjalanan keliling dunia pada 1929.

Story 3

Buggy Races
Once Upon A Time There Lived Two Best Friends, The Hare And The Tortoise. They Like To Race Against Each Other, But The Hare Always Won.
One Day, The Hare Asked The Tortoise To Race Down To The Beach. The Tortoise Refused, He Said That He Will Loose Anyway. The Hare Replied In A Kind Voice That He Felt Sorry About It.
But The Next Day, The Hare Found A Way To Race The Tortoise That He Would Be Fair And Lost Of Fun Too. He Asked The Tortoise To Come With Him. The Tortoise Was Slowly Plodding Over The Sand Hill Towards The Beach. Now The Two Friends Can Race Against Each Other All And Day Something Tells Me That The Tortoise Might Win This Time.

 

blogger templates 3 columns | Make Money Online